Category Archives: Culinary

Culinary

Rasa Otentik Hidangan Korea di White Kimchi Korean Restaurant
Culinary
July 16, 2015 posted by Ozip Team

Rasa Otentik Hidangan Korea di White Kimchi Korean Restaurant

Mendengar kata Kimchi , yang terlintas adalah hidangan acar yang terbuat dari kubis dan lobak dengan rasa asam pedas dan aroma yang khas. Salah satu restaurant yang berada di sepanjang jalan Smith Street, Fitzroy ini, mengambil nama White Kimchi bukan tanpa alasan. James Lee, pemilik restaurant tersebut menjelaskan bahwa hidangan white kimchi yang menjadi andalan mereka, sengaja mereka ramu untuk mendapatkan rasa yang lebih mild dibanding dengan kimchi biasa (red kimchi) yang sering dianggap terlalu pedas. (more…)

Ribuan Penggemar Kuliner Indonesia  Menghadiri “Ubud Food Festival” di Ubud – Bali
Culinary
July 16, 2015 posted by Ozip Team

Ribuan Penggemar Kuliner Indonesia Menghadiri “Ubud Food Festival” di Ubud – Bali

Festival kuliner pertama di Ubud yang bertujuan untuk mengangkat kekayaan masakan tradisional Indonesia, telah berhasil menarik lebih dari 6,500 pengunjung dalam waktu tiga hari pelaksanaannya. Dihadapan kerumunan pengunjung pada malam penutupan, Pendiri dan Direktur Ubud Food Festival (UFF), Janet DeNeefe, menyampaikan rasa takjub terhadap respon positif yang didapatkan dan antusias para pengunjung. “Makanan merupakan bahasa universal karena dapat mengumpulkan para penggemar dari seluruh Indonesia dan penjuru dunia” ujarnya. (more…)

Family Ria – Kedai Pempek Khas Palembang
Culinary
April 3, 2015 posted by Ozip Team

Family Ria – Kedai Pempek Khas Palembang

Food Review

Anda yang doyan pempek khas Palembang, kini bisa setiap saat menikmati makanan favorit itu di Melbourne. Kedai Familia Ria yang berlokasi di 1115 Riversdale Road Surrey Hills Victoria, menyediakan aneka jenis pempek dengan rasa yang nyaris sempurna. Kedai ini dikelola oleg keluarga Hana Tondas sejak dua tahun lalu. Lokasinya bisa dijangkau dengan kendaraan umum. Kedai ini terletak persis di depan pemberhentian terakhir tram nomor 70.
(more…)

Loenpia Semarang Ndoro Njonja
Culinary
February 23, 2015 posted by Ozip Team

Loenpia Semarang Ndoro Njonja

Setiap kota di Indonesia pasti punya ciri khas makanan. Untuk kota Semarang, lumpia tentu harus disebut di depan. Cemilan ini memang khas dari ibukota Jawa Tengah itu. Pergi ke Semarang tak bersua lumpia, ibarat makan sayur tanpa garam, hambar dan kurang mantap. Namun, jika ada yang mengklaim bisa menghasilkan lumpia Semarang itu di Melbourne, tentu cukup mengejutkan. Perlu dibuktikan kebenarannya, apalagi rasanya diakui otentik.
(more…)

Ayam Chef-Hidangan Malaysia yang Homey
Culinary
December 29, 2014 posted by Ozip Team

Ayam Chef-Hidangan Malaysia yang Homey

Restoran yang menyajikan hidangan Malaysia di Melbourne kini semakin beragam dengan berdirinya Ayam Chef pada bulan Juni 2014 lalu. Restoran yang terletak di 67-69 Coventry Street, Southbank, ini menghadirkan anekaragam makanan khas Malaysia dengan sentuhan modern. Meski demikian, atmosfer restoran dan cita rasa masakannya masih terasa homey.
(more…)

Culinary
December 18, 2014 posted by Ozip Team

Bisnis dan Popularitas

Daru-ozip

Kian populer produknya, makin menjamur bisnisnya di Australia. Di negara dimana industri jasanya kini tengah naik daun ini, bisnis restoran tergolong masih lumayan (jika tidak bisa dibilang amat) menjanjikan. Menilik kebutuhan dan selera makan masyarakat Australia, bisnis makanan boleh dibilang “tidak ada matinya”. Yang pasti, semua orang butuh makan. Menu masayarakat Australia semakin beragam dengan hadirnya masakan-masakan Asia. Jumlah rumah makan, depot, kedai, warung, atau apapun nama sejenisnya bernuansa Asia yang menyuguhkan masakan masing-masing bangsa terus bertambah.

 

Popularitas masakan Asia di Australia terus meningkat. Restoran-restoran Cina dan India, contohnya, banyak ditemui di berbagai wilayah, sampai yang cukup ke pelosok sekalipun. Masyarakat Australia memperoleh bermacam pilihan ragam masakan bukan hanya dari kedua negara Asia tersebut dan bisa memilih bersantap di rumah makan kelas atas hingga warung kelas take-away. Selain masakan Cina dan India, masayarakat Australia juga kian akrab dengan masakan-masakan asal Thailand, Jepang, Malaysia, Vietnam, Korea, Indonesia dan Srilangka.

 

Kalau kita mau sekedar membuat peringkat, sebagaimana termuat dalam satu blog yang didedikasikan untuk seni dan budaya Asia-Australia, diantara masakan bangsa-bangsa Asia, posisi masakan Indonesia ada di urutan bawah dalam 10 besar. Di bilangan Asia Tenggara, masakan Indonesia berada di belakang Thailand, Malaysia dan Vietnam. Masakan Thailand (setelah Cina dan India, masing-masing peringkat pertama dan kedua) dan Malaysia (setelah Jepang yang bertengger di urutan keempat) masuk 5 besar masakan terpopuler di Australia.

 

Beberapa dekade belakangan ini, popularitas masakan Thailand terlihat melejit, bersaing dengan masakan Cina dan India di Australia. Berdasarkan data yang diambil dari Universitas Sydney, jumlah bisnis restoran Thailand mencapai lebih dari tiga ribu dan seperempatnya berlokasi di Sydney. Di luar Thailand, populasi orang Thailand di Sydney tercatat terbesar kedua setelah Los Angeles, Amerika Serikat.  

 

Lantas, bagaimana halnya dengan restoran Indonesia? Jumlahnya memang ternyata tidak sebanyak restoran Thailand. Diperkirakan, jumlah restoran Indonesia di Australia tidaklah mencapai seribu. Kendati Bali adalah tujuan wisata yang lebih populer ketimbang Thailand bagi warga Australia, tetapi Indonesia tampaknya tidaklah demikian. Begitupun dengan masakan Indonesia, kurang populer dan kalah mendunia dibandingkan dengan masakan Thailand. Sementara, masakan Bali lebih tidak populer lagi dan jumlah restorannya tidak banyak pula. Padahal, letak Indonesia lebih dekat ke Australia daripada Thailand.

 

Popularitas masakan bukanlah satu-satunya yang menentukan kehadiran bisnis restoran dari negara Asia tertentu. Populasi asal suatu bangsa di Australia juga berperan dalam hal ini. Orang-orang Cina dan India adalah dua kelompok bangsa Asia terbesar. Jumlah mereka yang besar ini turut mendorong berdirinya bisnis-bisnis restoran Cina dan India di Australia. Namun, jumlah orang Thailand dan Jepang tidaklah banyak di berbagai wilayah Australia. Toh, masakan-masakan asal Thailand dan Jepang hampir menyaingi kepopuleran masakan-masakan Cina dan India.

 

Berbeda dengan restoran Cina atau India, banyak restoran Thailand dan Jepang yang dikelola dan diawaki oleh orang-orang non-Thailand dan Jepang. Orang-orang Cina dan India, selain bangsa Anglo, juga berada di belakang sejumlah bisnis restoran Thailand dan Jepang. Dari pengamatan sekilas, mereka yang bekerja sebagai manajer dan bahkan juru masak (chef) di restoran-restoran ini tidaklah selalu orang-orang Thailand dan Jepang. Sedangkan restoran-restoran khas Indonesia (atau Bali) pada umumnya dikelola dan diawaki oleh orang-orang Indonesia, yang jumlahnya juga tidak banyak di Australia. Kurangnya jumlah restoran Indonesia di negara ini dikarenakan tidak terdukung baik dari sisi popularitas masakan maupun populasi warganya.

Satu hal lain yang ikut menentukan belum cukup banyaknya restoran Indonesia dibandingkan Cina, India, Thailand, atau Jepang di Australia adalah budaya kewirausahaan di kalangan orang-orang Indonesia yang bermukim di Australia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan orang Indonesia lebih memilih menjadi profesional ketimbang wirausahawan/wati. Berbisnis memang kompleks, dan masih kurangnya popularitas dan populasi membuat persaingan tersendiri dalam bisnis restoran Indonesia di sini.

 

.

Hendrarto Darudoyo

Praktisi Bisnis

PADANG  KITCHEN – Cooking with Heart
Culinary
October 20, 2014 posted by Ozip Team

PADANG KITCHEN – Cooking with Heart

Dapur masakan Indonesia,   cita rasa masakan rumahan

Pada mulanya Dian Bahroelim, wanita Padang berusia 40 tahun datang ke Australia untuk menemani suami yang bekerja di sebuah perusahaan pertambangan di Western Australia.   Tinggal di sebuah kota kecil Mackay jauh dari keramaian kota Brisbane, dengan bahan-bahan yang terbatas, ia tetap berusaha menyajikan masakan Indonesia untuk suami tercinta. (more…)