Category Archives: Coverage

Liputan

Artiumnation 2017 Dibuka untuk Umum, Pesawat GA717 Sukses Pukau “Penumpang”
Events
April 28, 2017 posted by Ozip Team

Artiumnation 2017 Dibuka untuk Umum, Pesawat GA717 Sukses Pukau “Penumpang”

10-Bersih-DesaPerubahan konsep acara beberapa hari sebelum pelaksanaan tidak membuat komite gentar – pada akhirnya, Artiumnation tetap hadirkan jua pertunjukan budaya yang sukses menyihir penonton di Melbourne Town Hall Sabtu petang lalu (11/3). Setelah membuat geger para followers Saman Melbourne pada hari Rabu (8/3) di media social lewat kabar pembatalan dua bintang tamu Naif dan HiVi! yang seharusnya turut meramaikan acara, komite Artiumnation tetap melangsungkan pagelaran Saman perdana tersebut serta menggelarnya gratis untuk umum sebagai permohonan maaf.

Mengenai penggeseran rencana ini, Putri Jihan Bahmid, Project Leader Artiumnation memaparkan, “Ada perubahan proses aplikasi visa dan kami diminta untuk mengajukan kembali dengan visa jenis lain, sedangkan waktu yang tersisa sangat singkat,”ungkapnya, “namun mengingat tujuan utama kami adalah memamerkan tarian karya Saman Melbourne, kami tegas memutuskan bahwa acara harus tetap berlangsung. Acara kami buka gratis untuk publik, dan bagi mereka yang telah membeli tiket akan kami refund. Beruntung, respon yang kami terima positif, begitu juga dukungan sponsor yang tetap mendanai acara kami.”

Acara memang tetap berlangsung megah dan meriah. Setelah sosialisasi APBN dan pajak gagasan Konjen RI Melbourne yang berlangsung pukul 4 sampai 6 petang di gedung yang sama, Artiumnation mulai mengundang penonton masuk mengisi tempat duduk pukul 6.20 petang, dan memulai acara pukul 7.10 malam diawali dengan pre-boarding announcement yang mengantar penonton ke nuansa on-board flight lewat suara voice over yang khas bagai di pesawat. Acara dibuka secara resmi lewat opening speech dari Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Ibu Dewi Savitri Wahab; presiden Saman Melbourne, Rossa Wintala Puspitasari; serta Project Manager Artiumnation, Putri Jihan Bahmid.

3-AshillaTidak lama setelah acara resmi dibuka, Youtuber dan mantan idola cilik Ashilla Zee, hadir pertama kali memecah keheningan dengan lantunan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” diiringi band Artiumnation.

Acara semakin riuh ketika para penari mulai mengisi panggung dan menarikan tari Saman dengan durasi 15 menit sebagai pembuka tarian. Kemudian dilanjutkan dengan tarian medley berdurasi 15 menit dimana para penari melenggok bergantian dari satu lagu ke lagu lainnya menggunakan baju daerah yang beragam dan diiringi music daerah hasil aransemen Music Directors Artiumnation (Vanessa Tunggal dan Hafizhah Chandra), permainan angklung, serta iringan band Artiumnation. Tarian yang dibawakan antara lain “Nandak Ganjen”, “Tor Tor”, “Lenso”, “Cendrawasih”, dan “Srikandi”.

Ashilla kemudian semakin membuat panas suasana sore itu dengan lantunan lagu pop Indonesia terkini yang mengundang penonton ikut bernyanyi, di antaranya “Kali Kedua”, “1000 Tahun Lamanya”, dan “Dekat di Hati”. Setelahnya dilanjutkan dengan nyanyian medley daerah Acapella hasil karya Vanessa Tunggal yang dibawakan oleh 10 penyanyi choir berbusana hitam dan batik. Lagu yang dibawakan di dalam medley yaitu “Bungong Jeumpa”, “Janger”, “Buka Pintu”, “O Ina Ni Keke”, dan “Yamko Rambe Yamko”.

Masih dengan energi yang sama, highlight terakhir malam itu adalah tarian utama karya koreografer Saman Melbourne yakni “Zapin Kasmaran”, “Kancet Gantar”, “Jaipong Hanareshwara”, “Kembeng Maleke”, dan “Bersih Desa” yang berdurasi 30 menit. Di penghujung acara, semua penari dan komite eksekutif Artiumnation masuk ke dalam panggung menutup acara – spontan, penonton bertepuk riuh.

5-Medley---Tari-LensoMaria Lisett, salah satu pengunjung lokal yang ditemui malam  itu, mengatakan, “Saya beruntung sudah diundang di acara ini, I really love all the beautiful dances.  Meskipun banyak lagu yang asing dengan bahasa yang juga asing, tapi saya menikmatinya. Menurut saya, keragaman budaya memang sudah menjadi daya tarik dan juga hal yang lumrah di Melbourne.”

Puas dengan kerja kerasnya dengan tim, Rezon Juliodonko, Event Coordinator Artiumnation mengungkapkan rasa bahagianya, “Baru pertama kali saya merancang event dengan skala sebesar ini. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang bisa diambil,” pungkasnya.

“Komite tari dan music memang sudah luar biasa matang persiapannya sejak enam bulan lalu, begitu pula komite lain yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini, serta sponsor yang telah mendukung. Kami sadar apapun kendalanya, show must go on, and we did it,” ungkap GIlang Zofpan Tizar, co-Project Leader Artiumnation, “Banyaknya jumlah orang yang antusias hadir meramaikan acara sungguh di luar ekspektasi kami (komite), belum lagi didukung banyak respon positif dari bangku audiens setelah menonton acaraini.”

Syafira Amadea

Photo: Ineke Iswardojo

Meriahnya Moomba Festival
Coverage
April 28, 2017 posted by Ozip Team

Meriahnya Moomba Festival

5DM3718Festival komunitas terbesar di Australia yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 13 Maret 2017. Moomba Festival diadakan di tepian sungai Yarra di Birrarung Marr dan Alexandra Gardens, Melbourne. Tahun ini adalah ke 63 kalinya Moomba Festival menawan hati dan imajinasi setiap masyarakat. Mengusung tradisi dari tahun 1955, Moomba tetap menjadi sorotan yang selalu dinantikan para Melburnians.

Highlights dari festival ini antara lain Moomba Parade, karnaval, hiburan dan permainan, face paintings, sand sculpting, pesta kembang api, lomba skate dan BMX, beragam olahraga air, dan pertunjukan Birdman Rally. Keseruan layaknya pasar malam di Indonesia seperti arena bermain keluarga yang menarik dan sangat artistik disajikan di Moomba Festival.

Pada Senin, 13 Maret 2017 pagi hari, Moomba Parade secara  resmi diawali dengan “Welcome to Country” oleh suku aborigin “Wurundjeri Tribe”. Parade ini menampilkan bakat-bakat dari para local performers dengan kostum dan hiasan yang unik. Tentu saja komunitas Indonesia ikut serta memeriahkan parade dengan kostum tradisional daerah Minang, Betawi, Bali, dan Batak.

Parade dimulai dari Shrine of Remembrance dan berakhir di Linlithgow Avenue. Arak-arakan spektakuler terdiri dari design floats (perahu-perahu yang dihias berbagai macam bentuk) hasil kreatifitas tujuh orang anak yang mengikuti workshop tahun lalu, seperti spaghetti, robot, rooster, dan lain lain. Dimeriahkan juga dengan penampilan rombongan dari berbagai komunitas dan kelompok yang mewarnai sepanjang St Kilda Road.

5DM37180

Rombongan Indonesia tahun ini tampil begitu istimewa. Kostum-kostum tradisional Indonesia tampak lebih beragam, colorful, dan menarik. Hadirnya rombongan Punokawan (Petruk, Gareng, Semar,  Bagong) memberikan kejutan manis tersendiri. Tak  heran tepuk tangan riuh dan sambutan meriahpun diterima oleh rombongan Indonesia,  belum lagi alunan gamelan Bali yang makin membawa suasana ala Indonesia di Melbourne.

Sampai jumpa di Moomba Festival tahun depan!

Evelynd

Photo: Windu Kuntoro

Full House for Melbourne-Indonesian Music Night Sonu Tolani and Optimuzt Perform
Coverage
March 18, 2016 posted by Ozip Team

Full House for Melbourne-Indonesian Music Night Sonu Tolani and Optimuzt Perform

On Friday 26 February, the Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) Victoria hosted an Indonesian music night at Garage Cafe in Carlton. The event begun at 6pm and initially the crowd was small, however as people begun to file in from work or study, the crowd grew. By the time the first performance of the night, arts and cultural group Bhinneka went on stage to perform the Saman dance just before 8pm there was hardly a spare seat in the house. (more…)

Events
March 17, 2016 posted by Ozip Team

Pako Festa Geelong Makin Meriah

Geelong adalah kota kedua terbesar di Victoria juga punya acara tahunan budaya serupa Moomba Festival di Melbourne. Festival budaya di Geelong tersebut yaitu Pako Festa, yang diambil dari nama jalan tempat diadakannya perayaan tersebut, Pakington Street. (more…)

Australia Day di Melbourne
Coverage
February 16, 2016 posted by Ozip Team

Australia Day di Melbourne

Tak salah Kota Melbourne disebut sebagai Liveable City in the World, ini terbukti bukan hanya dalam penataan dan fasilitas kotanya saja tetapi juga dari harmony komunitasnya yang beragam. (more…)

Komunitas Pecinta Gedung Jakarta
Coverage
February 16, 2016 posted by Ozip Team

Komunitas Pecinta Gedung Jakarta

Semakin banyaknya gedung pencakar langit yang bermunculan di Jakarta dan beberapa kota besar Indonesia. Ternyata mengundang beberapa anak muda untuk mulai mencintai dan tertarik untuk turut serta mengabadikannya. (more…)

Blusukan: Mengintip pembangunan MRT & LRT Jakarta
Coverage
December 7, 2015 posted by Ozip Team

Blusukan: Mengintip pembangunan MRT & LRT Jakarta

Sudah tahu kan kalau di Jakarta sekarang tengah dibangun jalur transportasi publik untuk kereta cepat MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit)? Padahal proyek ini sebenarnya sudah direncanakan 26 tahun lalu. Jika dikerjakan pada kala itu, kemungkinan terbesar masalah transportasi umum di Jakarta sudah teratasi dan Indonesia tidak akan tertinggal. (more…)