Share This Article

Events
April 19, 2018 posted by Ozip Team

Bersama dan Bergembira di Moomba Festival 2018

Bersama dan Bergembira di Moomba Festival 2018

Siapa yang bisa menolak suguhan kembang api meriah setiap malam selama tiga hari berturut-turut, beragam atraksi permainan dan bermacam jenis jajanan yang diadakan dalam festival bertajuk Moomba Festival selama empat hari berturut-turut pada tanggal 9-12 Maret 2018 lalu.

Acara tahunan kebanggaan kota Melbourne ini sudah diadakan selama lebih dari enam dekade. Moomba, sebuah nama usulan Bill Onus, Australian Aborigines’ League, awalnya dianggap memiliki arti ‘Let’s get together and have fun’. Terjemahan ini diterima khalayak sebelum kemudian muncul beberapa pihak yang menganalisa asal-usul kata Moomba dan berkesimpulan bahwa Bill Onus menyelipkan sedikit humor saat mengusulkan nama festival. Setelah ditelaah, Moomba memiliki arti kurang lebih ‘up your bum’.

Terlepas dari nama yang unik, Moomba festival yang berlokasi di sekitar sungai Yarra River di tengah kota Melbourne, tepatnya di Birrarung Marr dan juga Alexandra Gardens ini meriah oleh pengunjung dan peserta festival. Bagaimana tidak, program yang ditawarkan sangat beragam dan cocok untuk segala usia. Ada beragam olahraga air, hiburan musik, goyang bersama Silent Disco, face painting, dance workshop sampai dengan kelas yoga khusus anak. Salah satu ciri khas Moomba Festival adalah Moomba Monarchs yang mana tahun ini gelar tersebut dinobatkan pada duo entertainer kesayangan Melbourne: presenter acara bocah di TV ABC Jimmy Giggle and pembawa acara radio Chrissie Swan.

Puncak acara Moomba festival adalah Moomba Parade, sebuah karnaval yang diikuti ribuan partisipan dari berbagai komunitas di Victoria. Berlangsung selama kurang lebih satu jam di hari Senin, 12 Maret 2018 lalu, Moomba parade diikuti oleh rombongan Indonesia yang diwakili oleh Sanggar Sang Penari, Saman Melbourne, Bonapasogit, Minang Saiyo, Nauli Dancers, Widya Luvtari, Sanggar Lestari, Bhinneka Indoarts, Lenggok Geni dan Maluku Basudara. Tak lupa, komunitas Indonesia tersebut mempersembahkan beberapa gerakan yang terinspirasi dari tarian tradisional Indonesia.

Teks: Putri Utaminingtyas

Foto: Windu Kuntoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *