Share This Article

Profile
September 25, 2017 posted by Ozip Team

Ade Ishs, Komposer Muda Indonesia

Ade Ishs, Komposer Muda Indonesia

Bicara musik jazz di Victoria tentu tidak ada lagi yang Iebih kompeten dari Ade, seorang musisi jazz muda Indonesia atau lebih sering dipanggil Kang Ade asal tanah Priangan.  Ade sudah menerbitkan delapan cd album dan yang terakhir berjudul ‘Cloud under the Sky’.

Komposisi pemain grup jazz Kang Ade cukup unik, kombinasi dari bermacam latar belakang etnis dan sekaligus mencerminkan ciri khas Melbourne. Ade-ish — akustik piano, Chesea Allen- drum, suara, dan congas, Paul Bonnington-akustik& bass listrik, Ee Shan Pang —trumpet, flugelhorn &suara, Lachlan Davidson —saxophon& clarinet. Tapi lebih unik lagi adalah menurut Kang Ade sendiri, tidak ada niat atau maksud untuk terjun ke musik jazz, “Tiba-tiba saja saya sudah di jazz, ya sudah  terusin aja.” Tapi memang hidup ini sebuah misteri atau memang betul ‘manusia membuat rencana, Tuhan memutuskan.’

Dalam wawancara bersama Good Morning Indonesia (88.3FM) Sabtu, 12 Agustus 2017 lalu, waktu ditanya apakah composer itu seperti seorang pengarang cerpen atau pengarang novel? Jawaban yang diberikan Kang Ade cukup menarik, bahwa tergantung suasana hati dan pikiran si komposer. Kadang-kadang seperti pengarang novel dan lain kali seperti pengarang cerpen.

Ternyata waktu ditanya pada umur berapa belajar piano, si composer sendiri tidak ingat persis tapi menurut pengakuannya sendiri kira-kira umur 3-4 tahun. Memang tidak hanya music sebenarnya, apapun ketrampilan kalau dimulai sejak usia muda tentu hasilnya lebih baik daripada dimulai pada usia senja terutama dalam bidang music.

Kemudian GMI menanyakan mana yang lebih penting dalam mengarang/mengkomposisikan musik; melodi, irama atau harmoni? Menurut Ade, semuanya penting; mungkin melodi yang terpenting dalam arti bahwa hanya melodi bisa yang diklaim sebagai ‘hak-cipta, irama dan harmoni bisa saja sama dengan komposisi orang lain.

Tidak heran ada yang menuntut melodi 2′ 38″ (2 menit, 38 detik) dari lagu terkenal Led Zeppelin ‘Stairway to Heaven’ adalah plagiat dari lagu ‘Taurus’ ciptaaan pemusik Randy Wolfe. Tapi kemudian pengadilan menolak tuntutan tersebut dan mengesahkan bahwa melodi ‘Stairway to Heaven’ adalah orisinil dan bukan jiplakan serta menjadi hak dan milik Led Zeppelin. Pemain dan jugs sekaligus pemilik hak-cipta lagu ‘Stair to Heaven’ , Jimmy Page dan Robert Plant menyatakan kelegaannya dengan keputusan pengadilan tsersebut.

Duniamusik, dunia yang sangat luas dan hampir tanpa batas dan menurut Ade sendiri dia sampai saat ini belum melihat batas tersebut (Interview di Paris Cat Cafe, 17 Agustus 2017). Apalagi dengan adanya macam-macam jenis musik rock, kiasik, gamelan, hip-hop dan banyak yang lainnya. Sepertinya music seperti alam semesta tanpa batas!

Sepanjang pengetahuan penulis sendiri sejak pemusik jazz kenamaan Indonesia Jack Lesmana, yang pernah bermukin di Sydney dan sering main di ‘Underground di Circular

Quay, baru pemusik jazz muda Ade-ishs yang berhasil menerbitkan beberapa album jazz music berturut-turut. Dan uniknya Ade-ishs/Allen Project ini adalah setiap peluncuran album terakhir selalu ‘ada bocoran’ untuk album berikutnya. Ini merupakan ‘trick’ marketing yang ampuh dan jitu yang membuat penggemar Ade-ish/Allan Project ‘penasaran’ dan yang ‘kecanduan’ pasti beli terus album Ade-ishs/Allen Project!

Setelah beberapa kali melihat penampilan Ade-ish/Allen Project dan penampilan pada malam peluncuran Kamis malam lalu 17 Agustus 2017), ‘Cloud Under the Sky’ merupakan penampilan yang terbaik dan tegang karena Ade main piano dari posisi duduk sampai ke posisi berdiri waktu memainkan lagu ke 9 (Track 9), ‘Moving Forward’. Menurut penulis ini lagu yang paling menegangkan dan merupakan klimaks dari 10 lagu di album terakhir ini dan kita bisa melihat setiap pemain bermain dengan penuh konsentrasi dan bisa dilihat dari raut muka dan gerakan seluruh bagian tubuh mencapai titik equilibirium pada saat-saat beberapa menit sebelum lagu berakhir.

Kemudian judul lagu berikutnya (Track 10) adalah ‘ I’ll wait until you come!’

Banyak komentar dari para penggemar musik jazz malam itu:

– “Brilliant band. Absolutely loved the music and professionalism of the players, all with great skills and feel”. (Paul).

-” Oh, fantastic! I will come again for sure!” (Ghazella)

” Cool place, enjoying live jazz with Awana Masnawi, Collin White and GhazellaAlimin. This is what I call intellectual jazz, a lot of improvisation”. (Linda)

 

Anton Alimin

ghazellapublisher@gmail.com

www.jembatanpoetrysociety.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *